Slide 1

Berita Direktorat Rumah Susun > Rusun Mahasiswa Bantu Tingkatkan Kualitas Generasi Muda


Kamis, 09 September 2021, Dilihat 185 kali

BANDUNG - Komisi V DPR RI memberikan apresiasi serta dukungan terhadap salah satu Program Sejuta Rumah yakni pembangunan rumah susun (Rusun) Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis) di Kabupaten Bandunh, Jawa Barat. Rusun mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif hunian yang layak bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Indonesia.

"Pembangunan Rusun Mahasiswa adalah upaya pemerintah untuk mewujidkan hunian yang layak bagi masyarakat termasuk mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap Progran Pembangunan Rusun yang dilaksanakan Kementerian PUPR," ujar Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kabupaten Bandung, H Syarif Abdullah Alkadrie saat melakukan kunjungan kerja ke Rusun Mahasiswa STAI Persis di Kabupaten Bandung, Rabu (8/9/2021).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Maryoko Hadi, Kepala TU Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Jawa II, Rahmad Pramudji, PPK Rusun dan Rusus Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rifi Firdaus, Bupati Bandung, Dadang Supiatna dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung, Dr. H Nurmawan S.Ag.

Syarif menjelaskan, Rusun mahasiswa bisa menjadi alternatif hunian bagi generasi muda yang  menuntut ilmu di sekolah maupun kuliah di perguruan tinggi. Apalagi fasilitas di Rusun ini sangat memadai sehingga sangat membantu mahasiswa untuk fokus belajar dan menuntut ilmu.

"Rusun ini selain menjadi tempat tinggal tapi juga menjadi tempat pembinaan mahasiswa dan melatih jiwa sosial dan spriritual dengan fasilitas yanh memadai. Kami harap mahasiswa bisa lebih semangat dan menjadi tempat belajar generasi muda," katanya

Pada kegiatan Kunker ini, Komisi V DPR juga melakukan peninjauan ke sejumlah unit Rusun dan melakukan diskusi dengan pihak STAI terkait pengelolaan dan serah terima aset. Komisi V DPR RI juga menekankan beberapa aspek penting dalam pembangunan Rusun antara lain pengawasan dan percepatan proses serah terima aset agar dipercepat. Dengan demikian, pihak kampus bisa segera mengelola Rusun.

"Pihak kampus juga harus melakukan seleksi terhadap mahasiswa yang benar-benar layak untuk tinggal di Rusun ini," katanya.

Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Maryoko Hadi mengungkapkan, pihaknya siap mengurus proses serah terima aset Rusun Mahasiswa STAI Persis Bandung.  Pihaknya juga terus berupaya pembangunan Rusun bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak yang membutuhkan dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Fasilitas yang kami sediakan di Rusun ini sudah lengkap dan tidak kalah dengan apartemen yang dibangun pihak swasta. Jadi mahasiswa harus bisa merawat Rusun ini dengan baik dan lebih semangat dalam belajar," katanya.

Berdasarkan data yang ada di Ditjen Perumahan, Rusun STAI Persis Bandung berlokasi di Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Anggaran pembangunan Rusun ini senilai Rp 12,69 Miliar.

Rusun STAI Persis Bandung dibangun sebanyak satu tower dengan tipe bangunan Rusun adalah tipe mahasiswa setinggi tiga lantai dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit tipe 24.

Untuk meningkatkan kenyamanan para penghuni Rusun ini, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR juga telah melengkapi dengan fasilitas penunjang seperti tempat tidur singgle dan lemari pakaian serta meja dan kursi belajar masing-masing berjumlah 86 unit.

Bangunan Rusun ini berukuran luas 1.963 meter persegi dan dibangun di atas lahan seluas 3.695 meter persegi. Beberapa ruangan yang ada di Rusun ini antara lain ruang pengelola, ruang serba guna, unit hunian reguler, unit hunian difabel, dapur umum, tangga dan ruanh komunal. Di lantai satu terdapat 11 unit reguler, dua unit hunian difabel, ruang pengelola, ruang serba guna, dapur umim dan toilet dalam unit hunian.

Sedangkan di lantai dua dan tiga terdapat 15 unit hunian reguler, ruang komunal, dapur umum dan toilet dalam unit hunian. Area parkir yang cukup luas juga telah tersedia serta ruang pompa dan saluran air bersih dan septic tank.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung, Dr. H Nurmawan M.Ag mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mendorong pembangunan Rusun untuk para mahasiswa ini. Rusun ini sangat dibutuhkan karena banyak mahasiswa STAI Persis Bandung yang berasal dari luar kota sehingga membutuhkan hunian layak dan harga terjangkau.

"Biaya sewa di Rusun ini sangat terjangkau dan fasilitasnya sangat baik. Adanya Rusun ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa di masa pandemi ini karena mereka tinggal di hunian yang layak huni," terangnya.

(BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR