03 December 2021 | 05:47:49
Bahasa

BERITA

Masyarakat Pandeglang Minta Program BSPS Dilanjutkan

PANDEGLANG, BANTEN - Masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten berharap pemerintah melanjutkan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR di tahun depan. Program BSPS atau bedah rumah dinilai mampu mewujudkan hunian layak, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Salah seorang penerima bantuan Program BSPS di Kabupaten Pandeglang, Sariyah (56 tahun) mengaku sangat terbantu dengan program perumahan tersebut. Rumah tempat tinggalnya yang sebelumnya kondisinya tidak layak kini telah berubah menjadi rumah yang layak huni.

"Kami harap pemerintah bisa melanjutkan Program BSPS ini. Sebab manfaatnya sangat kami rasakan dan rumah tempat tinggal kami kini lebih layak huni," ujarnya.

Sariyah yang kini tinggal bersama cucunya di Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Banten sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang pijit. Penghasilannya pun tak menentu apalagi di masa pandemi saat ini bahkan dirinya sering tidak memiliki penghasilan sama sekali. Rumah yang ditempati juga termasuk dalam kategori tidak layak huni sehingga perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Dulu rumah saya kondisinya benar-benar nggak layak atau bisa dibilang rombeng. Dindingnya cuma dari bambu, lantai seadanya dan atapnya genteng biasa dan sering bocor. Tapi berkat Program BSPS kini rumah saya jadi bagus dan layak," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sarkem (60 tahun) bersama suaminya R Bana (77 tahun) warga Kampung Bojen Pasar, Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Mereka yang kini sudah berusia lanjut juga merasa bersyukur bisa mendapatkan Program BSPS dari pemerintah.

"Kami sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR karena ada Program BSPS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau bisa ya tahun depan Program ini bisa dilanjutkan lagi karena banyak tetangga saya yang juga butuh bantuan ini karena rumahnya banyak yang nggak layak," katanya.

Sarkem menuturkan, dirinya mendapatkan bantuan Program BSPS senilai Rp 20 juta untuk pembelian bahan material Rp 17,5 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. Jika dihitung-hitung dana tersebut memang tidak cukup untuk membangun rumah.

Namun dirinya beserta keluarga juga mengumpulkan dana dengan berdagang nasi agar bantuan dari pemerintah tersebut bisa mencukupi untuk pembangunan rumah. Dirinya juga dibantu kiriman dana pembangunan oleh anaknya yang bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga kini rumahnya sudah selesai dibangun.

"Alhamdulillah anak saya yang bekerja sebagai TKI di Taiwan membantu saya dengan mengirimkan dana pembangunan rumah ini. Dana swadaya yang kami kumpulkan secara bertahap Rp 150 juta dan dibantu dana dari pemerintah Rp 20 juta. Akhirnya rumah kami sudah selesai dibangun dan  lebih layak huni," tandasnya.

Kepala Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Banten. H Ade Sutisna mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki masih banyak warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak.

"Kami sudah mengusulkan ke Pemda agar warga desa ini bisa menerima bantuan Program BSPS lebih banyak lagi tahun depan. Tahun ini hanya ada 10 KK yang menerima Program BSPS. Jadi kami harap Program ini bisa berlanjut karena memang sangat dibutuhkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Pandeglang, Sukardi menyatakan, pihaknya selalu mendorong agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak huni. Untuk membangun rumah warga yang mendapat Program BSPS, pihaknya juga mengajak warga agar bergotong royong yakni warga yang mampu membantu warga yang kurang mampu.

"Warga kami banyak yang menjadi petani, pedagang dan buruh. Jadi di masa pandemi ini mereka merasa bantuan Program BSPS sangat membantu mereka secara perekonomian maupun kesehatan," terangnya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menerangkan, Program BSPS pada dasarnya merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

Sebagai informasi, dari data Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Banten Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi Program BSPS sebanyak 110 unit dan tersebar di beberapa lokasi antara lain Kecamatan Sukaresmi 10 unit, Sobang 20 unit, Saketi 50 unit, Karangtanjung 15 unit dan Cadasari 15 unit.

Setiap unit rumah penerima Program BSPS mendapatkan bantuan senilai Rp 20 juta. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk bahan material bangunan senilai Rp 17,5 juta dan upah tukang Rp 2,5 juta.

"Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa tinggal di rumah yang layak huni. Program BSPS juga kami laksanakan  bersama Pemda dan masyarakat juga di dampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS," katanya.

(BALAI P2P JAWA I/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR)

Tahukah kamu ?

Kongres Perumahan Sehat pertama pada tahun 1950 diadakan di Kota Bandung

Pertanyaan...
Jawaban anda benar!
Jawaban anda salah!

Ayo ikuti survei Kepuasan Pelayanan Publik

Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik.

Ikuti