03 December 2021 | 05:38:41
Bahasa

BERITA

Kementerian PUPR Gunakan Desain Kearifan Lokal Dalam Pembangunan Rusun di Jabar

JAWA BARAT – Pembangunan rumah susun (Rusun) yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sejumlah daerah tidak melupakan desain bangunan yang mengandung unsur kearifan lokal. Salah satunya dengan menggunakan ornament fasad mega mendung dan atap julang ngapak pada kanopi teras Rusun yang dibangun di Provinsi Jawa Barat.

“Kami berupaya agar pembangunan Rusun selalu memasukkan desain yang mengadung unsur kearifan lokal daerah. Jadi ada ciri khas daerah yang tampak dari bangunan Rusun tersebut,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Menurut Khalawi, Kementerian PUPR akan terus mendorong pembangunan Rusun untuk memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat. Para penerima manfaat Rusun pun beraneka ragam mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/ Polri, mahasiswa, serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pembangunan Rusun merupakan salah satu solusi dalam pemanfaatan lahan untuk perumahan. Selain mengoptimalkan lahan yang ada, Rusun juga memiliki daya tampung yang cukup banyak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa II Direktorat Jenderal Perumahan, Kiagoos Egie Ismail didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Ditto Ferakhim serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rifi Firdaus menambahkan, dalam pembangunan Rusun yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dibangun dengan desain yang tidak melupakan unsur kearifan lokal, yaitu dengan menggunakan ornamen fasad mega mendung. Hal itu tampak pada bagian bangunan dan juga atap julang ngapak pada kanopi teras utama.

“Ornamen fasad mega mendung merupakan ciri khas daerah Provinsi Jawa Barat. Kami harap generasi muda dan masyarakat Jawa Barat bisa ikut memiliki kebanggaan atas kearifan lokalnya,” harapnya.

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, beberapa Rusun di Jawa Barat yang telah menggunakan ornamen fasad mega mendung antara lain Rusun untuk eks gelandang dan pengemis di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandang dan Pengemis Pangudi Luhur Kementerian Sosial di Bekasi Timur. Pembangunan Rusun yang menelan biaya pembangunan Rp 28,32 Miliar tersebut memiliki kapasitas 93 unit hunian tipe 24 dengan ketinggian lima lantai.

Selanjutnya adalah Rusun untuk mahasiswa Universitas Djuanda dan STKIP NU Indramayu. Pembangunan ke dua Rusun yang menelan biaya pembangunan Rp 25 Miliar tersebut masing-masing memiliki kapasitas 43 unit hunian tipe 24 dengan ketinggian tiga lantai.

“Kami juga berharap kepada pihak kontraktor untuk tetap memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses pembangunan hunian verikal tersebut. Ketiga Rusun tersebut ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini,” harapnya.

(BALAI P2P JAWA II/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR)

Tahukah kamu ?

Kongres Perumahan Sehat pertama pada tahun 1950 diadakan di Kota Bandung

Pertanyaan...
Jawaban anda benar!
Jawaban anda salah!

Ayo ikuti survei Kepuasan Pelayanan Publik

Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik.

Ikuti