03 December 2021 | 05:50:02
Bahasa

BERITA

Kementerian PUPR Bangun 430 Sarhunta di Kawasan BTS

JAWA TIMUR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus meningkatkan kualitas rumah sedaya di sejumlah kawasan wisata di Indonesia. Kali ini sebanyak 430 rumah di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo – Tengger – Semeru (BTS) di Jawa Timur mendapatkan bantuan Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) sehingga dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut.

“Kementerian PUPR siap mendukung pengembangan kawasan wista di Indonesia dengan menata dan meningkatkan kualitas rumah penduduk. Dengan kondisi rumah penduduk yang ditingkatkan kualitasnya, maka para wisatawan yang datang berkunjung pun bisa lebih nyaman,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta beberapa waktu lalu, Jum’at (7/10/2021).

Menurut Khalawi, di masa pandemi ini masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sangat membutuhkan bantuan rumah yang layak huni dari pemerintah. Adanya rumah yang layak huni baik dari sisi konstruksi bangunan seperti atap, lantai dan dinding yang baik, maka mereka bisa hidup sehat dan terhindar dari paparan virus.

“Kami banyak menyalurkan bantuan berupa sarana hunian pariwisata (Sarhunta) untuk mendukung KSPN. Kami yakin dengan bantuan ini geliat sektor pariwisata di Indonesia dapat meningkat di masa mendatang,” harapnya.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, sebanyak 430 unit rumah tercatat menjadi penerima Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya untuk mendukung Usaha Pondok Wisata (Homestay) dan Usaha Pariwisata Lainnya di KSPN BTS. Jumlah unit rumah tidak layak huni yang dibangun untuk homestay sebanyak 310 unit.

Sedangkan sisanya sebanyak 120 unit mendapatkan bantuan usaha pariwisata lainnya. Untuk Peningkatan Kualitas Usaha Pariwisata dilaksanakan tersebar di sejumlah Kabupaten diantaranya Kabupaten Probolinggo (32 unit), Kabupaten Pasuruan (27 unit), Kabupaten Malang (33 unit) dan Kabupaten Lumajang (28 unit).

“Total anggaran untuk pelaksanaan program ini senilai Rp 25,99 Milyar. Saat ini progres fisik pembangunan di lapangan telah mencapai angka 70 persen dan diharapkan selesai pada akhir tahun ini,” harapnya.

Salah seorang penerima bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) di Desa Gubuk Klakah, Kabupaten Malang, Heri Kuswanto mengungkapkan, dirinya sebelumnya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan bantuan perumahan. Dirinya yang sehari-hari bekerja sebagai petani buah dan sayur dengan penghasilan sebulan rata-rata hanya Rp 2 juta sebelumnya hanya tinggal di rumah sederhana. Ditambah dengan adanya pandemi kali ini sangat membuat dirinya kesusahan.

Namun setelah mendapatkan bantuan perumahan dari Kementerian PUPR berupa homestay. Kini dapat dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan dengan menyelaraskan program paket wisata ke Gunung Bromo Tengger dan Semeru.

“Terimakasih kepada Kementerian PUPR yang sudah membuat rumah saya lebih baik. Sekarang dengan adanya homestay ini saya juga siap menerima wisatawan yang berkunjung ke sini,” harapnya.

(BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMEN TERIAN PUPR)

Tahukah kamu ?

Kongres Perumahan Sehat pertama pada tahun 1950 diadakan di Kota Bandung

Pertanyaan...
Jawaban anda benar!
Jawaban anda salah!

Ayo ikuti survei Kepuasan Pelayanan Publik

Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik.

Ikuti