23 September 2021
16:49:30

BERITA

Dorong Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Gencar Bangun Rumah Khusus Masyarakat

Dorong Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Gencar Bangun Rumah Khusus Masyarakat

SULAWESI UTARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pembangunan perumahan bagi masyarakat melalui pelaksanaan Program Sejuta Rumah. Salah satunya dengan mendorong pembanguan sebanyak 25 rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni para nelayan yang tinggal di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) di Provinsi Sulawesi Utara senilai Rp 3,2 Miliar.

“Rumah Khusus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Sejuta Rumah. Rumah khusus merupakan rumah yang diselenggarakan atau dibangun oleh pemerintah  untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Khalawi menerangkan, target penerima bantuan rumah khusus merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak bencana, terdampak program pemerintah. Selanjutnya adalah masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan serta di pulau terluar, daerah terpencil dan tertinggal (3T). Adapun pembangunan rumah khusus dapat berbentuk rumah tunggal, kopel serta rumah deret dengan tipologi berupa rumah tapak atau rumah panggung serta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

“Kami berharap dengan tinggal di rumah khusus ini masyarakat bisa hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat di masa pandemi ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala  Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Hujurat didampingi Kepala Seksi Wilayah I Suryani U. Thalib menerangkan, pembangunan rumah khusus ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 25 unit rumah.

“Total anggaran pembangunan 25 unit rumah khusus di Bolsel adalah Rp. 3,208 M,” terangnya. Untuk memulai pembangunan Rusus tersebut, pihaknya juga telah melaksanakan peletakan batu pertama di lokasi  pembangunan di Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Dalam kegiatan ini juga hadir Anggota Komisi V DPR RI, H. Herson Mayulu, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bolsel, Tedi Manika.

Pembangunan Rusus MBR tersebut, imbuhnya, akan diperuntukan bagi para nelayan dan dilaksanakan secara Single Years Contract (SYC) pada tahun anggaran 2021, dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Pembangunan Rusus ini juga merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah dan dapat mengurangi backlog perumahan tidak layak huni di daerah.

Rusus  ini dibangun sebanyak 25 unit rumah yang terdiri dari 12 tipe couple dan 1 tipe single dengan tipe 28 meter persegi. Setiap unit rumah terdiri dari dua ruang kamar tidur, satu kamar mandi dan  ruang tamu yang dapat menampung satu keluarga. Pembangunan Rusus ini menggunakan sistem struktur konvensional dan pembangunan fasilitas nantinya meliputi, pembangunan prasarana sarana dan  utilitas, pemasangan paving untuk jalan depan hunian, pembangunan drainase.

“Kami berharap Rusus yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan dan bisa menunjang kehidupan sosial dan ekonomi nantinya,” Harapnya.

Anggota Komisi V DPR RI H. Herson Mayulu menyampaikan, salah satu indikator kemiskinan adalah hunian tidak layak huni. Untuk itu pemerintah selalu berupaya agar rumah masyarakat dapat memenuhi standar rumah layak huni.

“Pekerjaan Rusus di Desa Tabilaa ini merupakan satu-satunya di Sulut. Untuk itu dirinya berharap agar proyek yang anggarannya bersumber dari APBN ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah terkait fasilitas-fasilitas lain yang dibutuhkan serta kontraktor dapat memberdayakan tenaga-tenaga kerja lokal,” terangnya.

Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, mengungkapkan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah untuk merelokasi permukiman nelayan dalam meminimalisir dampak kondisi cuaca di pesisir pantai.  ‘Kami berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan Anggota Komisi V DPR RI  yang telah membantu masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan untuk mendapatkan program bantuan Rumah Khusus bagi nelayan. Kami siap bersinergi untuk percepatan pembangunan rumah khusus ini,” tandasnya.

(BALAI P2P SULAWESI I/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR)

Tahukah kamu ?

Kongres Perumahan Sehat pertama pada tahun 1950 diadakan di Kota Bandung

Pertanyaan...
Jawaban anda benar!
Jawaban anda salah!

Ayo ikuti survei Kepuasan Pelayanan Publik

Masukkan Anda sangat membantu kami dalam meningkatkan Pelayanan Publik.

Ikuti