Slide 1

Berita Perumahan > Masyarakat Purbalingga Sambut Meriah Peluncuran Germas


Rabu, 23 November 2016, Dilihat 288 kali

PURBALINGGA - Ribuan masyarakat di Kabupaten Purbalingga mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua menyambut meriah peluncuran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diselenggarakan di Lapangan Monumen Jenderal Soedirman, Desa Bantar Barang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Selasa (15/11). Pada peluncuran Germas ini, Museum Rekor Indonesia (MURI) juga memberikan penghargaan kepada Pemerintag Kabupaten Purbalingga atas prestasinya atas Pembuatan Jamban Keluarga Terbanyak se Indonesia dengan jumlah 4.444 jamban.

Tampak hadir pada peluncuran Germas ini Bupati Purbalingga Tasdi beserta jajaran pimpinan daerah setempat, Kepala Badan POM Penny K Lukito, perwakilan dari Ditjen Penyediaan Perumahan dan Cipta Karya Kementerian PUPR serta Kementerian Kesehatan.

Bupati Purbalingga Tasdi menyatakan, jumlah masyarakat miskin yang ada di Purbalingga saat ini mencapai angka 19,75 persen dari total 900 ribu penduduk yang ada di daerahnya.

"Kami mendukung penuh peluncuran Germas untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang ada seperti perilaku hidup sehat, pelayanan masyarakat serta kesehatan lingkungan," katanya.

Saat ini, terang Tasdi, ada beberapa pergeseran penyakit yang dialami masyarakat. Jika dulu banyak penyakit menular seperi diare sekarang masyarakat lebih banyak mengalami penyakit tidak menular seperti DB jantung, stroke.

"Adanya Germas diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang hidup lebih sehat lagi di masa mendatang," ujarnya. harus gerakan songsong hidup sehat.

Pada peluncuran Germas yang diikuti oleh ribuan masyarakat Purbalingga itu, berbagai kegiatan pendukung juga sangat meriah dilaksanakan dan diikuti oleh ribuan warga. Kegiatan di awali kegiatan sholat shubuh bersama dilanjutkan dengan kegiatan pemberian bantuan untuk merenovasi rumah tidak layak huni, pemberian santunan bagi warga kurang mampu serta gerak jalan sehat dan senam bersama.

"Salah satu fokus utama kami adalah bagaimana rumah masyarakat miskin bisa lebih layak untuk di huni dengan berbagai bantuan yang terkumpul mulai dari kementerian, masyarakat, pegawai Pemda, siswa sekolah serta perusahaan yang ada di sini. Jika rumah masyarakat layak huni tentunya akan mendukung pola hidup sehat mereka juga," katanya.

Tasdi menuturkan, masih banyak warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dari sekitar 301 ribu KK yang ada, jumlah rumah yang layak huni baru sekitar 241 ribu rumah saja.

"Banyak masyarakat sini yang satu rumah di tempati dua atau tiga KK atau memilih untuk mengontrak rumah. Sebanyak 11,6 persen rumah di Purbalingga tidak layak huni dan kadang kondisinya memprihatinkan. Bayangkan banyak warga kami yang rumahnya juga jadi satu dengan kandang ternaknya. Bagaimana mereka mau hidup sehat," katanya.

Untuk mendukung Germas tersebut, Pemda Purbalingga juga memiliki program revitasiasai rumah RTLH yang tahun ini ditargetkan sebanyak 27 ribu rumah tidak layak huni.

"Total RTLH yang ada di dalam data kami ada 27 ribu RTLH. Sedangkan alokaso APBD yang kami alokasikan tahun ini untuk penanganan RTLH sebanyaj 2.150 dengan total anggaran Rp 21, 5 Milyar. Kami juga memiliki program jambanisasi rumah masyarakat miskin dengan jumlah 4.444 unit jamban yang berhasil memperoleh rekor MURI ," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis dan Standardisasi Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Lilik P Hartadi menuturkan, guna mendukung peluncuran Germas di Kabupaten Purbalingga, tahun depan pihaknya akan mengalokasikan Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) sebanyak 260 unit rumah di daerah tersebut.

"Tahun depan kami akan alokasikan program BSPS atau bedah rumah di Kabupaten Purbalingga sebanyak 260 unit rumah dengan anggaran per unit rumah Rp 15 juta. Jika Pemda bisa ikut membantu peningkatan kualitas rumah warganya tentunya semakin banyak masyarakat yang bisa tinggal di rumah yang layak huni," tandasnya.

Kategori rumah layak huni, kata Lilik, dulu bisa di lihat dari kondisi atap, lantai dan dinding serta jambannya. (Ristyan/ Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan)