Slide 1

Berita Perumahan > Ditjen Penyediaan Perumahan Target Bangun 12.760 Unit Rusun


Selasa, 20 September 2016, Dilihat 208 kali

 

JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 mendatang akan mentargetkan untuk membangun sebanyak 12.760 unit rumah susun (Rusun) di Indonesia. Rusun tersebut nantinya diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja / buruh industri, pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/ Polri, mahasiswa dan para santri pondok pesantren.

"Target pembangunan Rusun tahun 2017 sebanyak 12.760 unit," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin saat memberikan penjelasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (15/9).

Untuk membangun Rusun tersebut, imbuh Syarif, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR telah menganggarkan dana sebesar Rp 4,754 Triliun pada tahun anggaran 2017 mendatang. Anggaran tersebut sekitar 51,71 persen dari total pagu anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan.

"Kami harap dengan pembangunan Rusun ini pemerintah bisa menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia," terangnya.

Salah satu lokasi pembangunan hunian vertikal untuk MBR yang kini sedang didorong oleh Kementerian PUPR adalah Rusun di Kemayoran. Rusun tersebut nantinya setelah selesai dibangun akan dimanfaatkan sementara untuk wisma atlet dalam kegiatan Asian Games 2016.

"Untuk Rusun di Kemayoran nantinya termasuk Rusun tingkat tinggi mulai 18 lantai, 24 lantai dan 32 lantai. Jumlah sebanyak 7.426 unit," katanya.

Sedangkan Rusun untuk mengatasi kawasan kumuh ditargetkan sebesar 3.050 unit, buruh industri 222 unit, PNS 706 unit, TNI 510 unit, Polri 322 unit, mahasiswa 224 unit dan untuk santri pondok pesantren sebanyak 300 unit.

"Presentase penerima manfaat rumah susun tersebut sesuai dengan arahan Bappenas guna menyelesaikan backlog perumahan di Indonesia," ujarnya.   (RIS/ Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan)