Slide 1

Berita Berita Perumahan > PUPR Serahkan Rusun Baru Untuk Unismuh Makassar


Jumat, 09 November 2018, Dilihat 404 kali

Kementerian PUPR kembali berikan Rusun bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Ini merupakan rusun ke empat bagi Unismuh Makassar. Penyerahan rusun secara resmi dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Syarif Burhanuddin yang didampingi Direktur Rumah Susun M.Hidayat, kepada Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah,  pada acara PUPR Goes to Campus di balai sidang Unismuh pada Kamis (8/11/2018).

"Rusun ini merupakan rusun  ke empat yang telah diberikan oleh Kementerian PUPR dan setiap unitnya diisi sekitar 150 hingga 160 an mahasiswa. Artinya hanya 800 an yang dapat tertampung. Sementara mahasiswa kita lebih dari 20 ribu. Maka kami masih berharap Kementeriaan PUPR dapat membangun lagi untuk mahasiswa kami," kata Rektor Rahman pada sambutannya.

Pada acara tersebut Dirjen Syarif  menyampaikan capaian pembangunan Kementerian PUPR. Dimana dalam  penyediaan hunian layak PUPR telah membangun 31.488 unit rumah susun, 17.808 unit rumah khusus, 292.865 unit rumah swadaya, penyaluran bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/Subsidi Selisih Margin/ Subsidi Selisih Bunga untuk 514.782 unit dan penyaluran Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) untuk 282.729 unit. Secara keseluruhan pada periode tahun 2015-2018 telah terbangun 3.287.005 unit rumah yang diharapkan dapat mengurangi backlog perumahan secara signifikan.

Rumah susun Unismuh Makassar yang diserahkan terletak di Kec. Pattallassang Kab. Gowa. Kepala Satker SNVT Sulawesi Selatan, Eka Rahendra menjelaskan bahwa rusun Unismuh dibangun 3 lantai, tipe 24 dengan jumlah 37 unit, dibangun tahun 2017 dengan anggaran Rp 8.9M. Saat ini rusun ini pun telah dihuni secara penuh oleh para mahasiswa.

Zulkifli selaku pengelola rusun mengungkapkan bahwa rusun ini telah dihuni oleh 185 mahasiswa. Mahasiswa belum dipungut biaya sewa, karena untuk biaya pemeliharaan masih dibiayai oleh pihak kampus sebagai fasilitas pembinaan. 

"Alhamdulillah dengan adanya rusunawa ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa karena dilengkapi fasilitas yang memadai" ungkap Arya, salah seorang mahasiswa yang menghuni rusun .

"Besar harapan kami bahwa rusun ini bisa digunakan sebaik-baiknya oleh mahasiswa sebagaimana fungsinya, yaitu rumah susun asrama bagi mahasiswa tersebut. Dengan demikian mahasiswa dapat fokus belajar, fokus dalam kegiatan, tidak memikirkan lagi dimana tinggalnya. Sehingga mahasiswa lebih berprestasi, maju dan memberikan inovasi-inovasi baru bagi studi mereka" ungkap  

Direktur Rumah Susun, M.Hidayat saat mengunjungi rumah susun. Hidayat juga menjelaskan bahwa pada tahun 2018 di Sulawesi Selatan dibangun sebanyak 16 rusunawa.

Rektor Rahman juga menyatakan bahwa hibah bantuan dari Kementerian PUPR ini sangat membantu dalam memberikan fasilitas  agar mahasiswa memiliki tempat tinggal dan dapat belajar dengan baik. "Insyaallah fasilitas bagi mahasiswa kami ini dapat menghasilkan kualitas luaran yang lebih bagus. Karena mereka sejak awal sudah tinggal diasrama, diatur jadwalnya jam belajar dan jam istirahat, jam makan, tentu mereka akan lebih terbiasa hidup disiplin termasuk dari aspek makanan dan gizi menjadi perhatian kami." Ungkapnya. Komukikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan