Slide 1

Berita Perumahan > Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan, PUPR Resmikan Tiga Rusun Lembaga Pendidikan di Pekalongan


Senin, 25 Februari 2019, Dilihat 370 kali

 

Pekalongan – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan sekaligus tiga Rumah Susun (Rusun) di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah yang mengambil tempat di Universitas Pekalongan, Jumat (23/2/2019). Dari ketiga rusun tersebut, dua diantaranya merupakan Rusun Santri Pondok Pesantren (Ponpes) yakni Rusun Ponpes Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) dan Ponpes Modern Gondang di Kabupaten Pekalongan. Sedangkan satu rusun lainnya merupakan Rusun Mahasiswa khusus Pria Universitas Pekalongan (Unikal).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Basuki. Usai peresmian Menteri Basuki menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo untuk dapat merawat bangunan rusun yang telah dibangun Pemerintah lewat Kementerian PUPR. "Saya ucapkan selamat kepada Unikal, Ponpes Modern Gondang dan Ponpes Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) yang telah diresmikan, semoga segera dapat dimanfaatkan agar mahasiswa lebih berprestasi," kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan rusun disamping untuk pekerja, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), TNI/Polri, juga untuk mahasiswa dan santri. Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan guna menunjang kegiatan belajar mahasiswa.

Dua Rusun Ponpes yang diresmikan tersebut dibangun pada tahun 2018 melalui kontraktor PT. Aya Sophia Primatama dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar untuk Ponpes YMI dan Ponpes Modern Gondang sebesar Rp. 4,9 miliar. Kedua rusun tersebut dibangun dengan tipe barak setinggi 3 lantai sebanyak 12 unit untuk PP YMI dan tinggi 2 lantai sebanyak 8 unit untuk PP Modern Gondang.

Untuk pembangunan Rusun Mahasiswa Universitas Pekalongan, dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 dengan biaya pembangunan sebesar Rp 14,8 miliar. Rusun tersebut terdiri dari 1 Tower Blok (TB) 4 Lantai dengan tipe 24 Lajang berjumlah 50 unit dengan kapasitas 196 mahasiswa. Total tower yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR untuk Universitas Pekalongan berjumlah 2 Tower Blok, dimana sebelumnya pada tahun 2015 telah dibangun Rusun untuk Mahasiswi.

Ketiga rusun yang diresmikan tersebut telah dilengkapi fasilitas dasar yakni jaringan air bersih, sanitasi dan listrik. Selain itu setiap kamar juga telah dilengkapi dengan meubelair, seperti lemari, meja, kursi, dan tempat tidur di masing-masing kamarnya.

Rektor Unikal H. Suryani mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas hibah rusun mahasiswa tersebut. "Sangat membantu ketertiban mahasiswa dalam berkuliah karena rusunawa dengan kampus sangat dekat. Dari hasil evaluasi terhadap penghuni, termasuk orang tua mahasiswa juga sangat terbantu karena tidak perlu membawa sepeda motor sehingga meringankan orang tua," kata Suryani.

Edi Maulana, mahasiswa Unikal Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi yang ditemui di lokasi peresmian mengatakan rusun yang dibangun terlihat sangat mewah, bagus dan bersih. "Dibanding dengan kost sendiri, lebih enak di rusun karena bisa satu kamar dengan teman. Lokasinya lebih dekat ke kampus sehingga harapannya mahasiswa bisa menjadi lebih disiplin tidak telat masuk kelas," ujarnya.

Fitriyani, mahasiswi semester 4 Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi menyatakan, rusun mahasiswa yang diresmikan kualitasnya semakin baik dari rusun mahasiswi Unikal yang sudah dibangun sebelumnya. "Bangunannya mengikuti perkembangan zaman model masa kini dengan warnanya yang juga menarik bagus untuk foto-foto," ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Rektor Unikal H. Suryani, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Sesdirjen Bina Konstruksi Dewi Chomistriana, Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.