Berita

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Luncurkan Majalah Maisona Volume ke 2, Selengkapnya klik disini!

PembangunanProgram Satu Juta Rumah Capai 663.314 Unit Rumah



Pemerintah terus berupaya mendorong pelaksanaan Program Satu Juta Rumah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat. Program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 di Ungaran, Jawa Tengah tersebut merupakan terobosan baru dan wujud komitmen pemerintah dalam rangka menyelesaikan masalah perumahan di Indonesia.

Lalu bagaimanakah kondisi perumahan di Indonesia saat ini?. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah masyarakat yang tidak memiliki rumah mencapai angka 11,4 juta unit. Angka tersebut diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 800.000 unit per tahun. Sedangkan kemampuan pemerintah bersama para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk membangun per tahun berkisar 400.000 unit rumah saja.

Jika pola pembangunan perumahan hanya dilaksanakan secara biasa-biasa saja, tentunya masalah perumahan menjadi sulit untuk diselesaikan. Sebab jumlah permintaan dan pasokan rumah tidak seimbang.

Untuk melaksanaan Program Satu Juta Rumah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun terus berupaya bekerjasama dengan kementerian/ lembaga (K/L) dan para pemangku kepentingan di bidang perumahan, pertanahan, perizinan, perpajakan dan perkotaan.                                                            

“Program Satu Juta Rumah merupakan salah satu program strategis nasional merupakan salah satu solusi untuk mengejar kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan. Salah satu tujuan program yang dilaksanakan selama perode 2015 hingga 2019 mendatang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita agar kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin beberapa waktu lalu.

Dalam program ini, pemerintah mentargetkan pembangunan rumah sebanyak satu juta unit per tahunnya. Target pembangunan rumah terbagi menjadi dua yakni sebanyak 700.000 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, pengembang, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat. Sisanya sebanyak 300.000 unit diperuntukkan bagi non MBR yang mekanismenya diserahkan ke mekanisme pasar perumahan.

Pada tahun pertama, yakni pada tahun 2015, capaian Program Satu Juta Rumah mencapai 699.770 unit rumah. Sedangkan pada tahun 2016 capaian meningkat menjadi 805.169 unit rumah.



Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, pihaknya tetap optimis target pembangunan satu juta unit rumah hingga akhir tahun 2017 ini bisa tercapai. Berdasarkan status capaian Program Satu Juta Rumah per 23 Oktober 2017 jumlah pembangunan rumah telah mencapai angka 663.314 unit rumah.

 

“Dari data Program Satu Juta Rumah yang dimiliki Kementerian PUPR per tanggal 23 Oktober 2017 jumlah pembangunan rumah telah mencapai angka 663.314 unit rumah. Dari hasil laporan yang kami himpun kecepatan penambahan jumlah pembangunan rumah per minggu bisa mencapai angka 10 – 20 ribu per pekan,”terangnya didampingi sejumlah pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan.

Guna evaluasi hasil pembangunan rumah tersebut, imbuh Syarif, dalam waktu dekat pihaknya akan menerjunkan tim pendataan untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan yakni pada bulan November hingga Desember mendatang. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan kepastian data yang diterima oleh Kementerian PUPR.

Dari data pembangunan rumah bagi MBR diketahui bahwa pemerintah melalui Kementerian PUPR pada tahun 2017 ini telah membangun sebanyak 182.549 unit rumah. Angka tersebut terdiri dari rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebanyak 11.097 unit, rumah khusus 5.047, rumah swadaya  melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 109.254 unit. Selain itu Kementerian PUPR melalui penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan juga telah berhasil membangun 57.151 unit rumah.

Selain Kementerian PUPR, pemerintah melalui Kementerian/ Lembaga lainnya juga berhasil membangun 1.566 unit rumah. Pemerintah daerah pun ikut ambil dalam Program Satu Juta Rumah ini. Tercatat Pemda dari seluruh wilayah Indonesia dalam laporannya telah membangun 148.180 unit rumah.

Pemda telah memberikan kontribusi sebanyak 11.629 unit dan “bedah rumah” masyarakat melalui pembangunan rumah baru untuk MBR sebanyak 22.881 unit dan peningkatan kualitas rumah 113.670 unit. Sedangkan para pengembang juga berkontribusi dengan membangun 96.968 unit rumah.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat pun ikut serta dalam mendukung program ini. LSM melalui program corporate social responsibility (CSR) membangun 118 unit, masyarakat 75.451 unit dan PTSP sebanyak 40.038 unit. Sedangkan pembangunan rumah untuk non MBR berasal dari pengembang 25.811 unit, masyarakat 42.501 unit dan PTSP 50.132 unit rumah.

“Total pembangunan rumah untuk MBR telah tercapai sebanyak 544.870 unit rumah. Sedangkan untuk Non MBR tercatat pembangunan rumah sebanyak 118.444 unit rumah,” tandasnya. (Ristyan/Kompu Ditjen Penyediaan perumahan Kementerian PUPR)

Kegiatan

  • Kunjungan Dirjen ke Wisma Atlet Blok C2 Kunjungan Dirjen ke Wisma Atlet Blok C2
  • Kunjungan Dirjen ke Wisma Atlet Blok D10 Kunjungan Dirjen ke Wisma Atlet Blok D10
  • Pelantikan Pejabat Perbendaharaan Pelantikan Pejabat Perbendaharaan
  • Pembinaan Pejabat Perbendaharaan Pembinaan Pejabat Perbendaharaan