Slide 1

Berita Perumahan > Dukung GN KPA, Kementerian PUPR Lakukan Penanaman Pohon di Papua


Kamis, 01 Desember 2016, Dilihat 118 kali

 

PAPUA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melaksanakan penanaman pohon dalam rangka Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di Provinsi Papua, Rabu (30/11)

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Lukman Hakim yang mewakili Kementerian PUPR menjelaskan, Gerakan Penanaman Pohon yang dilakukan  secara serentak di 34 provinsi merupakan salah satu aksi konkrit dan upaya nyata untuk memulihkan kondisi daerah aliran sungai.

Gerakan penanaman pohon ini sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon, dan merawatnya. Penanaman pohon juga akan meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau sebagai fungsi esensial ekologis dan ruang kehidupan kita yang lebih berkualitas, ujar Lukman di sela-sela kegiatan penanaman pohon.

Penanaman pohon, ujar Lukman, juga dapat meningkatkan infrastruktur hijau lingkungan di  sekitar kita dan bukan sekedar sebagai objek fisik semata. Lingkungan yang hijau dan tertata dengan baik juga menjadi tempat wisata dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan penanaman pohon juga dapat dijadikan sebagai momentum strategis dalam upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air, katanya.

GN-KPA merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 28 April 2015 lalu. Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi pada DAS sehingga keandalan sumber-sumber air baik berkualitas, kuantitas, kontinuitas airnya dapat dicapai melalui program pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta peran serta masyarakat.Selain itu juga untuk mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi pada daerah aliran sungai (DAS), sehingga keandalan sumber-sumber air baik kuantitas maupun kualitasnya dapat memadai.

Dalam kegiatan ini setidaknya ada enam elemen dari GN-KPA antara lain penataan ruang, pembangunan fisik, pertanahan dan kependudukan,  rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi SDA, pengendalian daya rusak air, pengelolaan kualitas air, penghematan penggunaan air dan pengelolaan permintaan air, dan pendayagunaan SDA secara adil, efisien dan berkelanjutan.

Kementerian-kementerian yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Sementara itu, menurut perwakilan Suku Yahoda,  Habel Yoafifi berharap adanya perawatan supaya apa yang sudah kita kerjakan sekarang tidak mubazir dan diharapkan dapat dilakukan di lokasi yang berbeda di bumi cenderawasih itu. Menurutnya, hutan di wilayah ini sudah banyak yang hancur maka dengan adanya kegitan ini warga adat disekitar sangat merespon adanya kegitan seperti ini supaya hutan kembali hijau kembali dan nantinya anak cucu kita masih bisa menikmati warisan kita ini, oleh karena itu warga adat ingin sekali menegakkan saksi hukum bagi para perusak hutan sehingga orang takut akan merusak hutan.

"Mari kitorang tanam pohon untuk hidup yang lebih baik bagi anak cucu kita" harapnya. (Nilam / Ristyan / Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)