Slide 1

Berita Perumahan > Ditjen Penyediaan Perumahan Ramaikan Pameran Rumah Murah


Jumat, 14 Oktober 2016, Dilihat 89 kali

BANYUWANGI - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut berpartisipasi dan meramaikan Pameran Rumah Rakyat yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR di Banyuwangi, Jawa Timur.

Program perumahan sebagai akan teus menjadi penggerak perkotaan berkelanjutan. Tidak hanya di Banyuwangi tapi juga di kota-kota lainnya,â? ujar Dewan Pengawas PPDPP Mirna Amin saat membuka pameran Rumah Rakyat di Banyuwangi, Jumat (14/10). Tampak hadir dalam pembukaan pameran tersebut  Sekda Kota Banyuwangi, Sekda Kabupaten Banyuwangi, perwakilan Perum Perumnas, asosiasi pengembang seperti Apersi dan REI serta para pengembang yang membangun rumah bersubsidi di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Program perumahan, imbuhnya, juga tertuang pada tema Hari Habitat Dunia (HHD) tahun 2016 yang mengambil tema Perumahan Penggerak Perkotaan Berkelanjutan dan di dalam  UUD 45 pasal 28 huruf h yang menyatakan bahwa Negara menjamin warganya untuk bertempat tinggal dan mendapatkan tempat yang layak serta UU Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dalam hal ini rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal tapi juga sebagai sarana pembina rumah tangga. Dan pemerintah wajib mendorong masyarakat agar mempunyai rumah yang layak huni. Masyarakat pun dapat memanfaatkan KPR FLPP  dari  Kementerian PUPR,â? tandasnya.

Untuk mendorong terlaksananya pembangunan Program Satu Juta Rumah khususnya  rumah bersubsidi di daerah, pemerintah juga memangkas perizinan dari 700 sampai 900 hari menjadi sekitar dua bulan.  Perijinan adalah suatu hal yg sangat penting dalam pembangunan perumahan. Dan kami harap dengan pemangkasan ijin tersebut pengembang bisa lebih banyak membangun rumah bersubsidi di daerah,â? harapnya.
Selain melalui pemangkasan perizinan, pemerintah juga terus mendorong pengembang untuk melaksanakan kewajiban pembangunan hunian berimbang dimana pemerintah yang membangun satu rumah mewah juga harus membangun dua rumah menengah dan tiga rumah bersubsidi. â??Pengembang besar juga harus memasok rumah bersubsidi atau rumah murah sehingga kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah juga dapat terpenuhi,â? tandasnya.

Direktur PPDPP Kementerian PUPR Budi Hartono dalam laporannya  mengatakan pameran yang dipusatkan di Gasibu Kota Banyuwangi tersebut rencananya dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 14 sampai 18 oktober 2016 yang akan datang. Selain di Banyuwangi kegiatan serupa juga dilaksanakan di tiga kota lainnya yaitu Jambi, Kendari dan Jakarta. â??Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan program bantuan pembiayaan perumahan serta subsidi dari Kementerian PUPR yakni KPR FLPP serta memilih rumah subsidi  yang ada di pameran ini,â? ujarnya.

Sekda Kabupaten Banyuwangi Slamet Karyono menyatakan, pihaknya mengucapan terima kasih kepada PPDPP Kementerian PUPR atas terpilihnya Banyuwangi sebagai lokasi pameran perumahan rakyat. Pasalnya masih banyak masyareakat Banyuwangi yang belum memiliki rumah yang layak huni.

Sampai saat ini  sekitar 8 sampai 9 ribu lebih guru di sini belum mempunyai rumah. Selain guru juga banyak PNS dan masyarakat umum yang belum punya rumah, terangnya.

Dirinya menambahkan, adanya program KPR bersubsidi FLPP sangat membantu masyarakat Banyuwangi yang akan membeli rumah namun dengan dana yang pas-pasan. Bunga KPR FLPP yang hanya 5 persen dan masa tenor kredit selama 20 tahun akan sangat menarik dan sangat membantu masyarakat yang belum mempunyai rumah, katanya.

Untuk mendukung program perumahan di Banywangi, imbuhnya,  pemerintah daerah akan terus ikut mensosialisasi tentang program perumahan tidak hanya KPR FLPP tapi juga program pembangunan perumahan dari Kementerian PUPR. Kami harap para pengembang  harus menjaga kualitas rumah bersubsidi dengan baik sehingga masyarakat bisa memiliki rumah yang baik, imbuhnya. (Lin , Ris / Kompu Ditjen Penyediaan Perumahan