Slide 1

Berita Perumahan > Rumah Khusus Perbatasan Skouw Papua


Selasa, 31 Desember 2019, Dilihat 39 kali

Skouw adalah satu dari kota perbatasan Indonesia dan Papua Nugini yang berada di Distrik Muaratami, 60 kilometer dari Kota Jayapura. Umumnya waktu tempuh ke Skouw dari pusat kota adalah dua jam. Namun, setelah Jembatan Holtekamp diresmikan oleh Presiden bulan Juli ini, aksesnya menjadi satu jam saja.

Terletak di daratan yang cukup tinggi di ujung Timur kota Jayapura, Skouw berbatasan langsung dengan berbagai kampung di Papua Nugini. Hal yang membuat Skouw begitu istimewa dibanding kota perbatasan Indonesia dan Papua Nugini lainnya adalah karena kota ini memiliki satu-satunya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang ada di tanah Papua. Berdiri megah, PLBN Skouw telah diresmikan oleh Bapak Joko Widodo di 2017 dan memiliki instansi pemerintah, seperti imigrasi dan karantina.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada kesempatan berbeda mengatakan, pembangunan lanjutan kawasan perbatasan Skouw merupakan janji dan perintah Presiden Jokowi menjadikan PLBN sebagai pintu gerbang dan embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Fasilitas yang dibangun antara lain Rumah Dinas Pegawai, Wisma Indonesia, Gedung Serbaguna, Pasar Perbatasan, fasilitas umum  (rest area, ATM Center, Masjid, Gereja), fasilitas sosial (plaza dan ruang terbuka hijau, gedung serbaguna, foodcourt, parkir kendaraan), mess pegawai, serta Pos Pamtas TNI/Polri.

Sedangkan untuk pasar sendiri, sebanyak 304 kios dan sudah dikontrak baik pasar yang terdiri dari kios basah maupun kios kering, sedangkan kios yang terbuka tidak pakai atap penutup berjumlah 50 buah.

“Untuk pengaturan dan pembagian kiosnya sendiri nanti akan diatur oleh Dinas Perdagangan Provinsi. Jadi sudah didata untuk para pedagang pasar awal, akan tetapi  tidak menutup kemungkinan adanya pedagang tambahan juga," kata Menteri Basuki.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan turut membangun kawasan perumahan sebanyak 50 unit rumah khusus bagi para pelintas batas atau warga papua yang bekerja dan berkebun di Papua Nugni. Sebanyak 27 unit rumah berada di kawasan perbatasan yang berjarak sekitar 2 kilometer dari PLBN, sedangkan 23 unit lagi tersebar disekitar wilayah menuju PLBN.

Rumah khusus dengan tipe 36 bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muaratami. Unit rumah khusus dimaksud memiliki Tipe 36 yang terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu, yang dilengkapi dengan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase dan listrik. 

Rumah yang dibangun pada tahun 2015 ini memiliki kontruksi kayu dengan pondasi umpak. Pondasi umpak merupakan pondasi ini diletakan diatas tanah yang telah padat atau keras. Sistem dan jenis pondasi ini ditopang oleh pondasi batu kali yang berada di dalam tanah dan sloof sebagai pengikat struktur, serta angkur yang masuk kedalam as umpak kayu atau umpak batu dari bagian bawah umpaknya atau tiangnya bangunan dapat menyelaraskan goyangan goyangan yang terjadi pada permukaan tanah, sehingga bangunan tidak akan patah pada tiang-tiangnya jika terjadi gempa.

Stely Cilong salah satu warga yang tinggal di rumah khusus perbatasan mangatakan sangat senang karena dapat tinggal dirumah yang jaraknya sangat dekat dengan perbatasan. Stely yang kesehariannya berkebun di Papua Nugini ini kini bisa menghemat waktu dan biaya Karena jarak tempuh dari rumah ketempat berkebunnya dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki. “Terima kasih sekali sekarang saya punya rumah yang sangat dekat dengan Papua nugini, jadi saya bias berkebun setiap hari dan bisa berkumpul dengan keluarga.” Ucap Stely yang mengajak sanak familinya untuk menempati rumah khusus di sekitar perbatasan Skouw.