Slide 1

Berita Perumahan > Kementerian PUPR Siap Bangun RTLH di Borobudur Jadi Homestay


Kamis, 07 November 2019, Dilihat 32 kali

MAGELANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap membangun rumah tidak layak huni (RTLH) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur menjadi homestay. Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swdaya (BSPS). Adanya pembangunan homestay tersebut diharapkan dapat mendukung kualitas layanan pariwisata khususnya penyediaan akomodasi bagi wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah di KSPN Borobudur yakni pengembangan RTLH menjadi homestay swadaya,” ujar Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Jhony Fajar Sofyan Subrata dalam Rapat Konsultasi Publik Pengembangan Homestay di KSPN Borobudur yang diselenggarakan di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

 

Jhony menjelaskan, tujuan pengembangan perumahan swadaya sarana pendukung KSPN Borobudur yaitu untuk mendukung upaya peningkatan kualitas layanan pariwisata, khususnya dalam penyediaan akomodasi atau penginapan oleh masyarakat setempat bagi wisatawan di destinasi pariwisata super prioritas.

 

“Pembangunan RTLH menjadi homestay ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat di sekitar objek wisata Borobudur,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Jhony menerangkan, ada tiga hal yang melatarbelakangi pembangunan homestay yang akan dibangun oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Pertama, meningkatkan perekonomian yakni  homestay tersebut merupakan akomodasi yang akan dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Dengan demikian, homestay tersebut diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat lokal.

 

Kedua adalah adanya diversifikasi produk yakni homestay dapat menawarkan akomodasi alternatif yang tidak hanya memberikan tempat menginap namun juga lebih banyak pengalaman warga lokal dalam berwisata. Sedangkan yang ke tiga adalah meningkatkan pilihan berwisata yakni homestay juga dapat menawarkan atraksi, sehingga semakin menambah pilihan atraksi berwisata disuatu destinasi pariwisata.

 

“KSPN Borobudur merupakan salah satu dari super prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo yang ditargetkan yang akan dibangun pada tahun 2020 mendatang. Selain Borobudur tempat pariwisata super prioritas lainnya yakni Danau Toba, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado-Likupang akan mendapatkan dukungan infrastruktur dari Kementerian PUPR,” tandasnya.

 

Jhony menerangkan, selain pembangunan homestay di KSPN Borobudur melalui program BSPS, Kementerian PUPR juga akan memberikan dukungan infrastruktur lainnya seperti pembangunan prasarana pengendali banjir Kawasan Strategis New Yogyakarta International Airport (NYIA), rekonstruksi Jalan Keprekan - Borobudur, pengembangan jaringan perpipaan SPAM dengan potensi outcome sebesar 3.500 sambungan rumah.

 

Jhony menambahkan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi bagi penerima bantuan homestay dari Kementerian PUPR. Beberapa kriteria penerima bantuan homestay swadaya adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki tanah dengan alas hak sah yang berada dalam delineasi lokasi yakni penerima bantuan yang menumpang pada tanah milik keluarga besar dapat mengusulkan sepanjang mendapat persetujuan tertulis), berkomitmen dalam mendukung pelayanan pariwisata yang tergabung dalam organisasi bidang kepariwisataan dan atau sudah mendapatkan pembinaan dan pendidikan bidang kepariwisataan, dan bersedia berswadaya untuk menambah kekurangan biaya pembangunan rekomendasi dari pejabat berwenang.

 

Selain itu, ada juga beberapa prinsip utama dalam pembangunan homestay yaitu rumah tinggal warga asli yang sebagian kamar di sewakan dan bisa berintaksi langsung dengan penghuninya. Selain itu, homestay juga dapat memberikan pendapatan tambahan bagi pemilik dan wsiatawan juga dapat mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat sehari hari. Pembangunan homestay juga dapat dilakukan dalam bentuk bantuan pengembangan hunian penduduk yang sudah ada dan memenuhi kriteria untuk ditingkatkan kualitasnya dan kapasitasnya menjadi lebih layak dan memenuhi standar internasional. 

 

“Kami juga akan terus mendorong program homestay swadaya guna mendukung pariwisata Indonesia. Nantinya homestay yang dibangun akan dilengkapi juga dengan toilet, sanitasi, air minum, desain selaras dengan nilai sosial budaya dan arsitektur lokal, restoran, toko souvenir, dan industri lainnya,” katanya. (Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan kementerian PUPR)