Slide 1

Berita Perumahan > Peringatan Hari Habitat Dunia Dan Hari Kota Dunia 2019 Kementerian PUPR Prioritaskan Program Pengelolaan Sampah


Kamis, 31 Oktober 2019, Dilihat 58 kali

PURWAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memprioritaskan program penanganan masalah pengelolaan sampah di Indonesia. Untuk itu, Kementerian PUPR akan menggandeng generasi milenial untuk peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah yang baik

“Permasalahan pengelolaan sampah yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia akan menjadi program prioritas Kementerian PUPR untuk dalam lima tahun ke depan" kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat memberikan sambutan pada Perayaan Puncak Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (31/10/19).

Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah Frontier Technologies as an Innovative Tool to Transform Waste to Wealth. Adapun tema peringatan dari HHD maupun HKD setiap tahun berubah-ubah mengikuti isu perkembangan permukiman dan perkotaan global.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono, dan Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, SAMPU Bidang Ekonomi dan Investasi Mohammad Zainal Fatah, dan SAMPU Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly, serta Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Johny Fajar Sofyan Subrata.

Basuki menerangkan, pengelolaan sampah ke depan tidak lagi dapat dilakukan dengan cara tradisional saja dengan mengangkut sampah untuk dibuang seluruhnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akan tetapi, masyarakat juga harus mendapatkan edukasi untuk dapat memilah jenis sampah mulai dari rumah masing-masing sebelum dibuang ke tempat sampah.

“Salah satu pengelolaan sampah yang baik adalah dengan pendekatan 3R. Masyarakat harus di edukasi mengenai pentingnya 3R yakni reuse, recycling dan reduce sehingga dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” terangnya.

Kementerian PUPR, imbuhnya, juga akan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi teknologi dalam pengelolaan sampah. Untuk itu, Kementerian PUPR akan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang akan segera dibentuk oleh pemerintah dalam pengembangan inovasi teknologi pemanfaatan sampah organik maupun non organik.

Sementara itu, guna mendukung Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia Tahun 2019 di Indonesia Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR juga menggelar Gerakan Clean Up Day di sejumlah rumah susun sewa (Rusunawa) di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Melalui gerakan Clean Up Day, yang dikemas dalam bentuk gerakan bersih-bersih Rusunawa tersebut, diharapkan dapat mengingatkan dan mendorong para penghuni Rusunawa dan warga sekitarnya terutama generasi muda untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan setempat dan sekitarnya, sehingga mereka lebih nyaman tinggal di bangunan vertikal tersebut.

“Gerakan Clean Up Day yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR tahun ini difokuskan pada lingkungan di Rusunawa,” ujar Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Dwityo Akoro Soeranto di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Hari Habitat Dunia (HHD), yang diperingati setiap hari Senin minggu pertama bulan Oktober, pada tahun 2019 mengusung tema “Frontier Technologies as an innovative tool to transform Waste to Wealth” dan Hari Kota Dunia (HKD), yang diperingati setiap tanggal 31 Oktober, pada tahun 2019 mengusung tema “Changing the World: Innovations and Better Life for Future Generations”.

Peringatan HHD maupun HKD di Indonesia pada tahun 2019 ini dilaksanakan bersamaan dan mengusung tema “Generasi Masa Depan, Generasi Peduli Sampah”. Tema tersebut mewakili pesan dari kedua momen peringatan HHD dan HKD, yaitu untuk menginspirasi dan mendorong generasi masa depan untuk peduli lingkungan dalam rangka mewujudkan kehidupan dan kesejahteraan masa datang yang lebih baik.

Menurut pria yang akrab di sapa Koko tersebut, tujuan dari gerakan Clean Up Day adalah untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah susun dan sekitarnya. Selain itu, Kementerian PUPR juga ingin menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada generasi milenial untuk mewujudkan lingkungan rumah susun yang layak huni, nyaman, kreatif, dan produktif,” katanya.

“Objek yang dibersihkan di Rusunawa antara lain satuan rumah susun (sarusun), bagian bersama seperti tangga, lift, saluran pipa, koridor atau selasar, lantai dan dinding serta benda bersama antara lain di bagian taman, tempat parkir, lapangan olah raga, dan tempat pembuangan sampah. Pembersihan dilakukan secara bersama dengan membagi kelompok untuk bagian bersama dan benda bersama Rusunawa,” terangnya.

(Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)