Slide 1

Berita Perumahan > Kementerian PUPR Dukung PSU Perumahan Tukang Cukur di Garut


Selasa, 22 Oktober 2019, Dilihat 99 kali

Dok. Kompu PnP

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direkorat Jenderal Penyediaan Perumahan akan memberikan dukungan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk mendukung perumahan berbasis komunitas seperti perumahan khusus tukang cukur di Garut, Jawa Barat. Saat ini sedikitnya telah terbangun sekitar 100 unit rumah bersubsidi untuk para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Desa Sukamukti, Banyuresmi, Garut.

“Kami siap mendukung PSU untuk perumahan berbasis komunitas. Salah satu bantuan PSU yang akan kami kembangkan untuk Perumahan Berbasis Komunitas seperti yang dilakukan di PPRG Garut,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Mochammad Yusuf Hariagung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Yusuf Hariagung menambahkan, pemerintah tidak hanya membantu PSU untuk perumahan berbasis komunitas, tapi Perumahan Skala Besar dan Perumahan Umum juga akan mendapatkan  bantuan PSU sebanyak 100 persen sesuai pengajuan rumah yang diusulkan dan meniadakan kebijakan 30 persen dari daya tampung perumahan.

Lebih lanjut, Yusuf menyatakan,  Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan peran Pemerintah Daerah dalam memastikan program yang ada dapat berjalan dengan baik di daerah. Untuk itu dirinya meminta perwakilan Pemerintah Daerah dapat memberikan memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Bantuan PSU di daerah sebagai wujud Pemerintah hadir pada masyarakat dalam penyediaan rumah murah dan terjangkau.

“Penyaluran PSU seperti jalan lingkungan, penyediaan jaringan air bersih dan tempat pembuangan sampah terpadu. Adanya bantuan PSU juga diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah bersubsidi dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Sebagai informasi, pada tanggal 19 Januari 2019 lalu Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah bersubsidi bagi para tukang cukur di Kabupaten Garut. Para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) tersebut dapat memiliki rumah tipe 30/ 60 dengan angsuran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) hanya Rp 800.000 per bulan.

Presiden menjelaskan, angsuran yang harus dibayarkan oleh anggota PPRG sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Adapun harga jual rumah sesuai harga jual rumah bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Pembangunan rumah PPRG di Garut ini rencana akan dibangun sebanyak 500 unit. Untuk tahap pertama akan dibangun 150 unit. Pembangunan rumah untuk para tukang cukur tersebut merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program penyediaan perumahan di Indonesia. Pemerintah ke depan juga akan  menyiapkan bantuan perumahan di provinsi dengan menggandeng komunitas – komunitas masyarakat.

Sementara itu, perwakilan PT Mitra Budiman selaku Pengembang Perumahan PPRG, Agus Rusyanto menyatakan, saat ini sudah terbangun sebanyak 99 unit dan sudah terealisasi akad kredit sekitar 76 unit.

“Jadi ada ready stock rumah sekitar 23 unit di sini. Harga jual Rp 138 juta sesuai ketentuan harga rumah bersubsidi pemerintah,” terangnya.

Untuk mewujudkan rumah yang nyaman bagi para penghuninya, pihak pengembang ke depan akan mendukung pembangunan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) serta tempat pelatihan tukang cukur, balai pertemuan warga, museum tukang cukur, dan masjid.

Salah satu penghuni Perumahan PPRG Garut, Hendrik yang berprofesi sebagai tukang cukur menjelaskan, dirinya bersama isteri dan anaknya sudah tinggal di sini sekitar lima bulan.

“Saya dan keluarga sangat senang bisa tinggal di sini. Betah intinya dan adem rasanya. Dulu keluarga saya tinggal di kampung tidak jauh dari sini yakni di rumah orang tua saya.,” terangnya

Dirinya menjelaskan, saat ini dirinya membeli rumah tersebut melalui skema kredit bersubsidi.  Biaya angsuran per bulan sekitar Rp 1,2 juta. “Alhamdulillah saya yang hanya tukang cukur bisa beli rumah di sini. Saya kredit rumah ini selama 15 tahun,” terangnya. Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.