Slide 1

Berita Perumahan > PUPR Bangun Rusunawa Universitas PGRI Senilai Rp. 12,9 M


Selasa, 23 Juli 2019, Dilihat 342 kali

Kompu PnP | Achmad Muhaimin

SEMARANG - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda Indonesia melalui pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk mahasiswa. Salah satunya adalah membangun hunian vertikal untuk mahasiswa yang akan menjadi calon guru di Universitas PGRI Semarang senilai Rp 12,9 Milyar.

"Rusunawa Universitas PGRI Semarang ini dibangun oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2018. Total anggaran untuk pembangunan Rusunawa para calon guru ini senilai Rp 12,9 Milyar," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid saat menghadiri Dies Natalis ke-38 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Semarang, Jawa Tengah (23/7/2019).

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan prasasti peresmian Rusunawa mahasiswa Universitas PGRI Semarang oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Khalawi menjelaskan, Rusunawa dibangun dengan ketinggian empat lantai dan memiliki 50 kamar. Unit kamar yang ada terdiri dari 48 unit kamar serta 2 unit kamar untuk penyandang disabilitas.

"Daya tampung Rusunawa ini adalah 196 mahasiswa. Kami juga telah melengkapi Rusunawa ini dengan meubelair seperti meja kursi belajar, tempat tidur dan lemari pakaian serta saluran listrik dan air," terangnya.

Khalawi menerangkan, Kementerian PUPR akan terus berupaya menyediakan hunian yang layak dan nyaman untuk para generasi milenial termasuk para mahasiswa. Salah satunya dengan membangun Rusunawa sehingga mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan menuntut ilmu di perguruan tinggi.

"Rusunawa juga akan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik apabila dikelola dengan baik oleh pihak perguruan tinggi. Pola hidup di Rusunawa akan ikut membentuk karakter dan budaya para generasi milenial dan faktor lingkungan sangat berpengaruh. Saya juga berharap pihak perguruan tinggi untuk meminta mahasiswa bisa segera menempati Rusunawa ini," harapnya

Khalawi menambahkan, lokasi Rusunawa ini juga memudahkan aktivitas perkuliahan mahasiswa selama berkuliah di UPGRIS. Pihak kampus juga dapat mengontrol kegiatan mereka dan mencegah mahasiswa dari pengaruh lingkungan yang kurang baik.

"Kalau tempat tinggalnya bersih dan nyaman kan mahasiswa bisa belajar dengan lebih baik. Apalagi nantinya banyak mahasiswa UPGRIS yang akan menjadi guru jadi harus lebih fokus lagi kuliahnya," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam orasi ilmiahnya mengatakan, generasi muda Indonesia ke depan akan menghadapi tantangan besar di era revolusi industri 4.0 dan menghadapi era society 5.0. Dirinya juga berpesan agar para dosen dan pengajar lebih bersemangat dalam mendidik generasi muda.

"Saya berharap dengan dibangunnya Rusunawa oleh Kementerian PUPR ini bisa menjadi hunian yang nyaman dan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing dari mahasiswa UPGRIS," katanya

Rektor UPGRIS Dr. Muhdi menyatakan bahwa pihak kampus sangat berterima kasih atas pembangunan rusun mahasiswa ini. Sebab, Rusunawa ini bisa menjadi tempat tingg para mahasiswa bisa mendapatkan yang nyaman, bersih dengan biaya sewa yang murah dan terjangkau.

"Kami harapkan pembangunan Rusunawa untuk mahasiswa UPGRIS bisa ditambah lagi. Hal itu dikarenakan jumlah mahasiswa barunya setiap tahun selalu bertambah. Kami berencan menggunakan Rusunawa iniuntuk asrama puteri. Ke depan ami ingin mengajukan lagi rusun untuk asrama puteranya," katanya.

Berdasarkan data yang ada, Direktorat Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah telah membangun sebanyak 18 Rusunawa pada tahun 2018. Rusunawa yang dibangun tersebut diantaranya 10 Rusun untuk santri Ponpes, tiga Rusunawa mahasiswa yaitu Universitas PGRI Semarang, Universitas Peradaban Brebes, dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang dan lima Rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada empat lokasi, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Semarang, KabupatenTemanggung, dan Kota Solo untuk mahasiswa dan lima Rusunawa untuk MBR. Semua Rusunawa yang telah terbangun telah dilengkapi dengan mebelair yang lengkap dan fasilitas yang lengkap. Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR