Slide 1

Berita Perumahan > KEMENTERIAN PUPR DORONG PERUMAHAN BERBASIS KOMUNITAS DI PALEMBANG


Sabtu, 20 Juli 2019, Dilihat 60 kali

PALEMBANG –Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR melaksanakan koordinasi teknis penyelenggaraan Bantuan Rumah Berbasis Komunitas.

Kegiatan tersebut dalam rangka mendorong perumahan berbasis komunitas Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land untuk wilayah Kota Palembang, serta persiapan Ground Breaking, di The Alts Hotel, Jumat (19/7/2019).

Direktur Rumah Umum dan Komersil M. Yusuf Hariagung mengatakan, ada dua hal yang dilakukan pihaknya di Kota Palembang, yakni memberikan informasi kebijakan dari pemerintah dalam bidang perumahan yang dikenal dengan penyelenggara perumahan berbasis komunitas, dan praktek perumahan berbasis komunitas

"Perumahan berbasis komunitas adalah kolaborasi bersama stakeholder untuk mewujudkan perumahan bagi kelompok masyarakat tertentu, yang nantinya mereka ada berbagi peran dari pelaku pembangunan dalam hal ini seperti yang dilakukan PT. Cipta Arsigriya selaku pengembang, ada pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perbankan, mereka membentuk bersama untuk mendorong agar terciptanya masyarakat untuk komunitas tertentu," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, kegiatan ini adalah salah satu bentuk perumahan yang berbasis komunitas yang dibangun oleh pelaku pembangunan yang dapat difasilitasi bantuan PSU yang berupa jalan lingkungan oleh pemerintah, ada sejumlah rencana 2.500 rumah, untuk tahap pertama diselesaikan 1.500, dan sisanya lagi akan selesai pada tahun 2020 nanti.

"Nantinya komunitas yang akan menempatinya adalah ASN, TNI, dan Polri. Rumah ini yang berada di kawasan perumahan Citra Grand City, progres sangat menggembirakan dan Insya Allah akan dilakukan groundbreaking oleh Wakil Presiden Republik Indonesia," ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Sumsel, Basyaruddin Akhmad menjelaskan, pihaknya mengupayakan ground breaking oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI).

"Kita sudah siap untuk tata letak dan sebagainya, di sini kita juga siapkan 4 rumah sebagai contohnya, dan sebelah rumah ini dilakukan groundbreaking untuk peletakan batu pertama oleh Wapres RI, dan akan dilihat ini semua. Insya Allah, ke depan pada tahun 2020 akan kita buat drainase, jalan lingkungannya akan dibangun dan dibantu oleh Kementerian PUPR. Saya bersama Direktur Rumah Umum dan Komersial yang juga bersemangat untuk mengentaskan perumahan di provinsi dengan 3 skema, yakni skema FLPP, BP2BT, dan MBR yang verbalise komunitas, didaerah lain juga ada untuk mengantisipasi agar tidak terjadi backlog," jelasnya.

Ditambahkan oleh Direktur PT. Cipta Arsigriya, Dani Candra Wijaya, perumahan yang dibangun ada dua type. Type Agatis 36/72 m2 dan type Mahoni 45/98 m2, dengan jumlah luas lahan wilayah BPS Land 50 Ha untuk pemasarannya ada pada marketing Citra Grand City Talang Kelapa Palembang, untuk yang 3000 sudah sold out, dan kita juga sudah ada yang waiting list saat ini ada 600.

"Kita tulis namanya terlebih dahulu, kalau kita buka lahan baru, dan rencana itu akan tertampung semua pada tahun depan untuk blok C, harganya sekarang yakni 140 juta. Selain ada perumahan nantinya juga akan dibangun entertainment center, pasar dan lain-lain” ujarnya.

"Dengan adanya 3000 rumah tentu kalau mau buka laundry, pasar, dan lain-lain sangat pas. Untuk rumah yang FLPP ini memang ini baru pertama kali kita buat, dan nanti akan kita kembangkan lagi perumahan seperti ini," katanya.

M. Yusuf Hariagung menambahkan, Ini merupakan salah satu wujud dari program Satu Juta Rumah dan dengan pembangunan rumah berbasis komunitas di berbagai daerah ini yakin target 1.250.000 di tahun 2019 ini bisa terpenuhi.

Berdasarkan data yang ada, usulan bantuan pembangunan rumah berbasis komunitas di berbagai daerah seluruh Indonesia tahun 2020 memiliki target yang berjumlah 10.000 rumah. Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR