Slide 1

Berita Perumahan > Kementerian PUPR Gandeng 3 Bank Penyalur Program BSPS di Maluku


Jumat, 26 April 2019, Dilihat 160 kali

Ambon – SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku bersama 3 Bank yaitu Bank Mandiri, Bank BTN dan Bank BRI melakukan sebuah kerja sama dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun anggaran 2019, Senin (22/4) di Hotel Marina Ambon.

Bentuk kerja sama dengan pihak perbankan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses realisasi penyaluran dana bantuan kepada pihak penerima bantuan yang termasuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Acara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan cabang Bank Mandiri, BTN, BRI perwakilan dari kabupaten dan juga KMPROV serta Kepala Satker SNVT Penyediaan Perumahan Perumahan Provinsi Maluku. Dalam kegiatan ini diharapkan kerja sama terus berlanjut serta memberikan dampak yang baik terhadap penyaluran bantuan perumahan di Provinsi Maluku khususnya BSPS Tahun 2019. SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku telah melaksanakan kegiatan Pembinaan Fasilitator Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Maluku Tahun 2019.

Acara ini di buka oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku Bpk Kasrul Selang. ST.MT, beliau menjelaskan bahwa "Dalam proses pembekalan kali ini diharapkan semua peserta mengikuti acara dengan serius karena pembekalan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana peserta kali ini di tuntut untuk lebih aktif, interaktif, dan banyak berdiskusi, sehingga dengan pembekalan yang singkat ini diharapkan peserta mampu menyerap ilmu dengan baik dan dapat mengaplikasikan ketika di lapangan nanti dalam mendampingi program BSPS agar dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan tepat sasaran", ujarnya.

Sejauh ini Bantuan Rumah Swadaya oleh Pemerintah Pusat di Provinsi Maluku sebanyak 4000 unit peningkatan kualitas rumah (PK) diantaranya tersebar di Maluku tengah 450 unit, Seram Bagian Barat 350 unit, Kota Tual 300 unit, Seram Bagian Timur 350 unit, Buru 400 unit, Buru Selatan 300 unit, Maluku Tenggara 350 unit, Maluku Tenggara Barat 300 unit, Maluku Barat Daya 350 unit, Kepulauan Aru 400 unit dan Kota Ambon 450 unit. (*)